KASUS PEMBUNUHAN SOPIR TAKSI ONLINE TERUNGKAP, PELAKU DUA ORANG ANAK MUDA

PAINAN, KP – Jajaran Polres Pesisir Selatan (Pessel) berhasil mengungkap kasus pembunuhan sopir taksi online ‘Maxim’ bernama Untung Kurniawan (46 tahun) yang mayatnya ditemukan di bawah jembatan Api-api, Nagari Api-api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pessel, 4 November lalu.

Kasat Reskrim Polres PesselAKP Hendra Yose mengatakan kasus ini merupakan kasus pencurian dengan kekerasan alias perampokan. Dua orang terduga pelaku yang masih berusia muda diringkus di dua lokasi berbeda.

“Alhamdulillah, kasus ini sudah terungkap. Ada dua pelaku yang kami amankan, satu di Pekanbaru, Riaudan satu lagi di Solok Selatan (Solsel). Kini keduanya sudah tersangka dan ditahan di mapolres,” kata Hendra, Kamis (18/11).

Ia menjelaskan tersangka pertama yang diamankan adalah H (18 tahun) pada Senin (15/11) sekitar 18.15 WIB di tempat persembunyiannya di Pekanbaru. H Kemudian dibawa ke Kota Padang untuk pengembangan lebih lanjut.Dari hasil pemeriksaan terhadap H, diketahui ada seorang tersangka lainyaitu A (19 tahun) yangbersembunyi di Solsel.

Polres Pessel langsung berkoordinasi dengan Polres Solsel untuk menangkap A. Ia berhasil diringkus di tempat persembunyiannya di kawasan Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Rabu (17/11) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Kedua tersangka ini warga Kota Padang. Mereka kabur keluar daerah untuk bersembunyi,” kata Hendra Yose dikutip dari padangkita.com.

Ia memaparkan kasus ini berhasil diungkap pihaknya setelah melacak pemesanan terakhir dari korban yang merupakan sopir taksi online. Didapati pemesanan terakhir dari pusat Kota Padang menuju arah Pessel.Adapun modusnya, kedua pelaku memang berniat untuk merampas barang-barang berharga korban. Dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku langsung melumpuhkan si sopir dengan menusuknya dengan senjata tajam.

“TKP-nya di kawasan Bungus. Saat itu larut malam. Dari pengakuan pelaku, dia menusuk leher korban dengan maksud untuk melumpuhkan. Setelah itu pelaku membawa mobil korban ke arah Pessel dan membuang korban di Batang Bayang. Pelaku kemudian kabur ke daerah Sungai Penuh, Jambi. Untuk motifnya murni perampokan. Antara korban dan pelaku tidak saling kenal,” kata Yose sembari menyebut pisau yang digunakan pelaku sudah diamankan sebagai barang bukti.

Dijelaskannya, kedua pelaku meninggalkan mobil korban Suzuki Karimun BA 1698 BXdi Desa Talang Lindung, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, Jambikarena takut kasus itu sudah viral. Mobil itu ditemukan warga dalam keadaan mesin masih hidup pada Jumat (5/11).

“Kedua pelaku akan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun kita masih mendalami kasus ini apakah ada perencanaan atau lain sebagainya. (pkt/lgm)

 

Next Post

Forikan Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan Warga Limapuluh Kota

Jum Nov 19 , 2021
LIMAPULUH KOTA, KP – Guna meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat, […]