Kejahatan Seksual Terhadap Makin Marak, Wako Hendri Septa Berjanji Kawal Kasus Sampai Tuntas

PADANG, KP – Meningkatnya kasus kejahatan atau kekerasan seksual pada anak di bawah umur di Kota Padang mendapat perhatian khusus dari Walikota Padang Hendri Septa. Ia menyatakan fokus dan berjanji mengawal kasus tersebut sampai tuntas.

“Saya mengutuk keras kejahatan seksual pada anak di bawah umur yang terjadi baru-baru ini di Kota Padang. Ini jadi perhatian serius pemko untuk mengatasinya agar jangan ada lagi korban-korban selanjutnya,” ungkap Wako Hendri Septa, Selasa (23/11).

Sebagaimana diketahui, pada 18 November 2021, Polresta Padang menangkap sejumlah orang yang melakukan pemerkosaan terhadap dua anak di bawah umur berusia 5 tahun dan 7 tahun. Pelaku merupakan orang terdekat korban, yakni kakek, paman, dua orang kakak, tetangga hingga teman paman korban. Setelahnya, terungkap pula kasus pencabulan yang dilakukan seorang oknum guru mengaji kepada belasan muridnya yang masih berumur sekitar 8 sampai 9 tahun. Selain itu ada pula kasus pemerkosaan terhadap anak perempuan di bawah umur yang dilakukan seorang nelayan.

“Untuk mengatasi meningkatkanya kasus kekerasan pada anak diperlukan kerjasama semua pihak. Tidak hanya pemko dan kepolisian, kita juga butuh dukungan ninik mamak, alim ulama, bundo kandung, tokoh masyarakat, keluarga, lingkungan sekitar, dan pihak-pihak terkait lainnya,”kata Wako Hendri Septa.

Sementara, Program Manager Yayasan Ruang Anak Dunia (Ruandu) Wanda Leksmana menilaimeningkatnya kasus kejahatan seksual pada anak akibat semua pihak termasuk anak belum terpapar secara optimal tentang pendidikan kesehatan reproduksi.

”Padahal ini penting diberikan agar anak dan orangtua mengetahui bagian tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain. Kedepan perlu didorong hadirnya kurikulum pada satuan pendidikan di sekolah terkait dengan pendidikan kesehatan reproduksi,”kata Wanda.

Di sisi lain, ia menilai sensitifitas perlindungan anak sudah semakin membaikkarena semua pihak sudah bersedia melaporkan segala bentuk tindakan kekerasan terhadap anak kepada pihak yang berwenang.

“Agar kekerasan terhadap anak ini tidak meningkat kita perlu memantapkan sistem pencegahan dan penanganan kasus yang holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan. Seperti menjamin hak hidup dan kelangsungan hidup anak, non-diskiriminasi, mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, dan mendengarkan setiap aspirasi bagi anak,” ulasnya.

Disamping itu, lanjutnya, juga butuh sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk anak, keluarga, dunia usaha, dan media massa. (mas)

Next Post

Gawat, Peredaran Narkoba Sudah Merambah Media Sosial

Sel Nov 23 , 2021
PADANG, KP – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar memusnahkan […]