KEKERASAN SEKSUAL KEMBALI TERJADI DI PADANG, Dua ‘Predator Anak’ DItangkap Polisi – Korban Diperkirakan Belasan Orang

PADANG, KP – Kasus kekerasan seksual pada anak kembali terjadi di Kota Padang. Setelah kasus kakak beradik diperkosa keluarga dan tetangga sendiri, kini belasan anak diduga telah menjadi korban dua ‘predator’ seksual yang berhasil ditangkap Tim Klewang Polresta Padang.

Dua pelaku yang ditangkap polisi berinisial MEM (59 tahun) warga Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, dan MST (59 tahun) warga Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar, Sumatra Utara.

Kasat Reskrim Polresta PadangKompol Rico Fernanda mengatakan kedua pelaku diamankan dari dua kasus atau berkas berbeda.

Ia menyebut MEM diamankan berdasarkan Laporan Polisi NomorNomorLP/B/619/XI/2021/SPKT POLRESTA PADANG terkait kasus pencabulan terhadap tiga bocah laki-laki. Sedangkan MST diamankan berdasarkan Laporan Polisi NomorLP/B/617/XI/2021/SPKT/POLRESTA PADANG terkait kasus pencabulan terhadap dua anak perempuan berusia 11 tahun.

“Laporannya masuk Jumat (19/11) dan langsung kita amankan hari itu juga. Kini mereka kita tahan dan sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Rico dilansir Padangkita.com, Sabtu (20/11).

Ia menjelaskan pelaku MEM diamankan di sebuah musala di kawasan Padang Timur, Kota Padang sekitar pukul 15.30 WIB. Sementara pelaku MST diamankan di di Jembatan Kuning, Kawasan Batang Harau, Kecamatan Padang Selatan sekitar pukul 18.00 WIB.

 

KASUS PELAKU ‘MST’

Kompol Rico Fernanda mengatakan pelaku MST dalam kesehariannya bekerja sebagai nelayan. Berdasarkan data yang dikumpulkan pihaknya, perbuatan tak senonoh itu telah dilakukan pelaku sejak Juni 2021. Bahkan, perbuatan itu terus dilakukan pelaku secara berualang kali hingga akhir Oktober 2021.

“Ia melakukan aksi kejinya itu di sebuah pondok di depan bedeng yang berada di Padang Selatan,” ujar Rico.

Dari hasil penyidikan, sebutnya, ada dua orang anak di bawah umur yang menjadi korban. Keduanya tidak ada hubungan keluarga dengan pelaku. Usai melancarkan aksinya, pelaku juga memberikan uang kepada korban dengan jumlah bervariasi, mulai dari Rp5.000 sampai Rp100.000.

“Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 82 Ayat (1) juncto Pasal 76E UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Kasus ini masih kita dalami apakah ada korban lain atau tidak, dan bagaimana motif dan modus pelaku sebenarnya,” kata Rico.

 

KASUS PELAKU ‘MEM’

Untuk kasus pencabulan dengan tersangka MEM, polisi menduga jumlah korban mencapai belasan anak.

“Kami memprediksi total yang menjadi korban sebanyak 14 anak. Namun yang baru melapor baru tiga orang anak,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda Rico, dikurip langgam.id.

Ia menyebut tiga anak laki-laki yang diketahui menjadi korban masing-masing berumur delapan, sembilan, dan 11 tahun. Korban kini didampingi unit pelayanan perempuan dan anak (PPA).

“Kejadian pencabulan ini sejak Oktober 2021. Perbuatan pelaku yang kesehariannya merupakan guru ngaji itu akhirnya dicurigai warga pelaku diamankan warga pada Jumat malam (19/11) dan setelah itu dilaporkan ke pihak kepolisian,” kata Rico.

Ia menambahkan modus pelaku melakukan aksi pencabulan itu adalah dengan meminjamkan handphone pada anak-anak yang menjadi korbannya.

“Pelaku masih diperiksa secara intensif di unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Padang PPA. Kami juga terus melakukan penyelidikan adanya korban lain,” pungkas Rico Fernanda. (pkt)

Next Post

ORGEN TUNGGAL BERDARAH Satu Orang Tewas, Dua Terluka

Ming Nov 21 , 2021
PADANG, KP – Seorang pemuda berinisial WJP (25 tahun) nekat […]