LANJUTAN KASUS PEMERKOSAAN DI CENDANA MATA AIR, DUA PELAKU MASIH BURON

PADANG, KP – Jajaran PolrestaPadang terus mendalami kasus pemerkosaan terhadap dua bocah perempuan kakak beradik oleh orang terdekat mereka di kawasan Cendana Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Kedua korban masing-masing berusia lima dan sembilan tahun.

Pelaku pemerkosaan dan pencabulan bertambah menjadi tujuh orang. Dua orang masih buron, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan dua lainnya dilakukan diversi karena masih di bawah 12 tahun.

“Betul. Total ada tujuh pelaku,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada wartawan, Kamis (18/11).

Rico mengatakan teman paman korban yang ikut serta melakukan pencabulan masih diburu karena melarikan diri bersama tetangga korban.

“Identitasnya sudah kita ketahui,” kata Rico.

Ia mengungkapkan dari tujuh orang yang diduga sebagai pelaku, polisi telah menangkap lima orang. Kemudian, dua orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah kakek korban berinisal Dj (70 tahun) dan paman korban berinisial AO (23 tahun). AO ini adalah anak Dj,yang juga adik dari ibu korban. Kedua tersangka ini telah meringkuk di sel tahanan polisi.

Sementara ituseorang yang diduga pelaku lainnya berinisial AD (16 tahun) yang merupakan sepupu korban ditetapkan sebagai Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

“Sedangkan dua orang lagi yang sebelumnya turut diamankandiputuskan untuk tidak diproses hukum,” kata Kompol Rico. Dua bocah itu adalah kakak kandung korban yang masih berusia 11 tahun dan sepupu korban yang berusia 9 tahun. Mereka kini dititipkan penyidik di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) ABH Kasih Ibu.

“Karena umur keduanya masih di bawah 12 tahun, jadi tidak kita proses hukum. Namun terduga pelaku AD tetap kita proses tapi dengan pendampingan Balai Pemasyarakatan (Bapas),” kata Rico dikutip dari Padangkita.com, Kamis (18/11).

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaanpelaku AD mengakui perbuatannya telah memperkosa kedua korban berkali-kali dalam beberapa pekan terakhir.Sementara itu, Dj dan AO membantah telah melakukan perbuatan itu. Rico menyebutpelaku kejahatan memang memiliki hak ingkar, namun pihaknya akan mengungkap keterlibatan Dj dan AO.

“Dj dan AO ini yang melakukan persetubuhan dengan korban. Gara-gara perangai mereka, dua anak kecil ini juga ikut-ikutan jadinya. Karena mereka melihat kakeknya begitu, mereka juga lakukan perbuatan yang terlarang itu,” papar Rico.

Ditambahkannya, meski lima orang pelaku telah diamankan pihaknya, dua orang pelaku lainnya masih buron. Ia adalah teman paman korban dan tetangga korban yang diduga kuat juga ikut serta dalam kasus yang menghebohkan warga Padang itu.

Hingga kini, kata Rico, pihaknya belum dapat mengungkap siapa pelaku awal dalam kasus ini karena pihaknya masih melakukan pendalaman. Kronologinya pun masih simpang siur karena keterbatasan dalam pemeriksaan korban anak.

“Karena korbannya adalah anak kecil jadi kita tidak bisa gegabah memeriksanya. Kita harus lihat juga kondisi dan psikologi anak tersesbut. Sedangkan pelaku juga membantah bahwa dia tidak melakukan itu,” tukasnya.

Kompol Rico Fernanda mengatakan pihaknya telah meminta keterangan saksi sebanyak tujuh orang. Namun ibu kandung korban masih menolak memberikan keterangan.

“Kami sudah melakukan pemanggilan terhadap ibu korban. Tapi ibu korban menolak memberikan keterangan,” kata Rico dengan heran.

Ia mengungkapkan, alasan ibu kandung korban tidak mau memberikan keterangan lantaran tidak ingin kasus ini dilaporkan ke polisi. Padahal peristiwa ini telah membuat geram warga di sekitar kediaman korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, kronologis sementara kasus ini bermula ketika korban diperkosa oleh kakeknya DJ. Perbuatan itu ternyata diintip kakak kandung korban dan mereka juga melakukan aksi yang sama. Tak sampai di situ, sepupu dan paman korban juga ikut mencabuli korban.Atas perlakuan yang diterimanya, korban mengadu ketetangganya. Tapi lagi-lagi perlakuan sama yang diterima korban, karena tetangga yang diharapkan dapat membantu justru ikut ‘menggarap’ korban.

Setelah itukorban yang bernasib naas itu mengadu ke tetangganya yang perempuan dan dibawa ke Ketua RT setempat. Pihak RT kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Padang. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung bergerak cepat. Tiga pelaku berhasil diringkus, Dj diamankan di kawasan Imam Bonjol, AO ditangkap di Pasar Raya Padang, dan AD diamankan di kawasan Tarandam, Kecamatan Padang Timur, Rabu (17/11).

 

RUMAH PELAKU DIGERUDU WARGA

 

Ratusan warga komplek perumahan dua bocah korban pemerkosaan dan pencabulan di kawasan Cendana Mata Air, Kecamatan Padang Selatan digeruduk warga, Rabu malam (17/12). Warga yang sudah berkumpul di pos pemuda setempat, sekitar pukul 20.00 WIB langsung menuju rumah korban. Warga marah akibat perbuatan bejat dari beberapa anggota keluarga tersebut.

Saat rumah bertingkat yang kelihatan sangat tidak terawat tersebut didatangi warga, terlihat rumah itu sudah tak ada penghuninya. Sejumlah perabotan terlihat tak tertata rapi dan acak-acakan. Bahkan, bau amis pun tercium dari dalam rumah tersebut dan jauh dari kesan bersih.

“Malam ini warga ingin mengosongkan rumah korban lantaran perbuatan mereka sudah sangat sangat bejat dan tak berprikemanusiaan,” kata Ketua RT di perumahan tersebut, Syaifuddin.

Beruntung emosi warga bisa dikendalikan sehingga tak terjadi perusakan.

“Warga sempat mengumpulkan barang-barang keluarga pelaku untuk dikeluarkan dari rumah,” papar Syaifuddin.

Tak lama, saat rumah tersebut digeledah warga, petugas dari Polsek Padang Selatan datang menenangkan warga. Polisi meminta warga untuk bubar dan kembali ke rumah masing-masing karena kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian.

“Kami meminta warga untuk bubar dan kembali ke rumah masing-masing sehingga tak terjadi amuk massa di rumah tersebut, sehingga tak memunculkan persoalan baru,” ujar Panit Reskrim Polsek Padang Selatan Aipda Yulizar.

Sebelum bubar, warga menggembok rumah tersebut agar keluarga pelaku tak masuk lagi ke lingkungan mereka. Polisi akhirnya bisa membuat warga pulang tanpa kekerasan. (pkt/toc)

Next Post

Peristiwa Menggemparkan di Mata Air

Kam Nov 18 , 2021
APA boleh buat, peristiwa ‘menjijikkan’ itu sudah terjadi dan mencoreng […]