Lingkaran Korupsi di Sektor Pendidikan

PERILAKU korupsi tampaknya sudah menyelusup jauh ke berbagai sektorm termasuk dunia pendidikan. KORAN PADANG terbitan Rabu (23/11) memaparkan secara mendalam lewat berita utamanya tentang maraknya kasus penilepan uang negara melalui dana BOS. Meski penyalurannya sudah langsung ke rekening sekolah, namun dana tersebut masih saja dikorupsi, bahkan di masa pandemi sekalipun.

Apa boleh dikata, sepertinya permainan’ menilep uang negara tersebut seakan sudah jadi budaya yang sulit dihabisi meski lembaga penegak hukum sudah bekerja keras menangkapi para pelaku korupsi tersebut. Mungkinkah hukuman yang diberikan kepada pelaku kurang memberikan efek jera?

Khusus korupsi di sektor pendidikan, Indonesian Corruption Watch (ICW) mengungkap terdapat kerugian negara sebesar Rp1,6 triliun dalam kurun waktu 2007-2021. diduga pelakunya pihak berpengaruh di sekolah yang bersangkutan, sebab dana tersebut langsung masuk ke rekening sekolah. Tentu pelakunya mudah diketahui.

Kita heran, sudah begitu banyak koruptor mendekam dipenjara, diberhentikan dari jabatan, belum lagi hukuman sosial dari masyarakat, namun hal itu belum juga disikapi dengan arif oleh pelaku-pelaku lainnya, termasuk pekerja di sektor pendidikan seperti diungkap ICW.

Fakta yang dibongkar ICW berdasarkan hasil riset itu diharapkan menjadi momentum bagi lembaga pendidikan untuk ‘bersih-bersih’. Tak perlu diberi ampun karena pelaku sudah mengembat uang untuk mencerdaskan anak bangsa. Khusus di Sumbar, perlu diungkap apakah juga ada koruptordana BOS ini. Tak perlu ditutup tutupi. Kalau tidak ada, syukur alhamdulillah. Tapi kalau ada, seret pelakunya ke pengadilan. Mungkin ke depan ICW bisa mempertimbangkan untuk membeberkan hasil risetnya berdasarkan daerah.

Entah sampai kapan negeri ini bersih dari praktik kejahatan. Lembaga penegak hukum sepertinya perlu bekerja lebih keras lagi. Begitu juga hakim kita harapkan menjatuhkan hukuman lebih berat bagi koruptor sesuai undang-undang yang berlaku agar memberi efek jera bagi pelaku lainnya.

Di sisi lain, pihak Indonesian Corruption Watch yang begitu nyaring telinganya dan tajam penglihatannya pantas juga ‘mengawal’ kasus dugaan korupsi yang mereka ungkap sampai pelakunya beristirahat di kandang prodeo. Itu baru hebat. Kalau hanya sekedar memaparkan hasil riset, tentu yang muncul gaung pemberitaansaja sementara pelaku yang menghabiskan uang negara tetap saja cengengesanmenikmati uang haram tersebut. Semoga saja ICW tetap punya komitmen positif memunculkan beragam temuan penyelewengan uang negara. *

Next Post

Minyak Goreng Diprediksi Masih Mahal Hingga Tahun Depan - Pemerintah Siapkan Kemasan Sederhana

Rab Nov 24 , 2021
JAKARTA, KP – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi kenaikan harga minyak […]