Minta Uang Keamanan, Seorang Pemuda Diringkus

PADANG, KP – Seorang pemuda berinisial AM (26 tahun) diriungkus polisi terkait kasus dugaan penipuan yang bekedok minta uang keamanan kepada warga. Dalam melancarkan aksinya, pelaku mengaku sebagai utusan dari pengurus RW.

Kasat Reskrim Polresta PadangKompol Rico Fernandamenyebutterduga pelaku diamankan di depan Kampus UPI YPTK Padang, Jumat malam (19/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

“Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari warga yang resah dengan perbuatan pelaku yang meminta uang keamanan dan uang kebersihan ke rumah-rumah warga. Setelah korban memberikan uang, pelaku memberikan sebuah kuitansi bodong dengan keterangan asal-asalan,“ ujar Rico, Sabtu (20/11).

Dia menuturkan kejadian berawal ketika pelaku mengaku sebagai pemuda dari RW setempat meminta uang keamanan sebesar Rp350.000 setiap sekali dalam 6 (enam) bulan kepada korban. Pelaku menyatakan akan menjaminjika seandainya terjadi kehilangan, maka akan diganti oleh pemuda atau RW setempat. Pelaku juga meninggalkan nomor handphone kepada korbannamun ternyata nomor tersebut tidak bisa dihubungi.

“Atas kejadian tersebut, korban merasa dirugikan sekira Rp4 juta dan melaporke Polresta Padang untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas Rico.

Setelah mendapatlaporan, pihaknya melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi AM sedang berada di depan kampus UPI YPTK Padang.

“Kemudian, petugas menuju ke tempat keberadaan pelaku dan menangkapnya. Petugas juga mengamankan barang bukti sepeda motor Scoppy warna abu-abu yang merupakan alat yang digunakan pelaku,” ungkapnya.

Pasca penangkapan, petugas melakukan serangkaian tes narkotika terhadap AM. Hasilnya, AM positif menggunakan narkotika jenis sabu. Berdasarkan keterangan yang didapat dari AM, pelaku mengaku menggunakan uang yang dimintanya dari warga untuk membeli narkoba. Selain itu, uang tersebut juga digunakan pelaku untuk bermain judi online.

“Pelaku dan sejumlah barang bukti kini diamankan di Polresta Padang guna penyidikan lebih lanjut,” pungkas Rico Fernanda. (pkt/lgm)

Next Post

‘Benang Kusut’ dari Payakumbuh

Ming Nov 21 , 2021
KASUS dugaan korupsi incinerator RSUD Adnan WD Payakumbuh muncul lagi. […]