Pemko Kirim Surat ke Kementerian Kominfo Terkait Permainan Daring

BENGKULU, KP –  Pemerintah Kota Bengkulu mengirim surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) terkait permainan daring “Higgs Domino” yang saat ini  digandrungi masyarakat Kota Bengkulu.

Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Eko Agusrianto menyebutkan, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Wali Kota untuk mencapai visi misi Kota Bengkulu. “Ini salah satu bentuk tanggung jawab moral Walikota,  sesuai dengan visi misi Kota Bengkulu yaitu religius dan bahagia,” kata Eko di Bengkulu, Kamis (11/11).

Dalam surat tersebut, pihaknya memintaKementerian Kominfo untuk menindaklanjuti dan menentukan langkah-langkah yang dapat memperkecil dampak negatif dari permainan daring “Higgs Domino”.

Saat ini situasi dan kondisi masyarakat Kota Bengkulu sama dengan beberapa daerah lainnya yang menggandrungi permainan daring tersebut.”Kami meminta langkah-langkah yang dapat memperkecil dampak dari permainan tersebut dan jika bisa diblokir,” terangnya.

Selain itu, Pemko Bengkulu juga mengeluarkan Surat Edaran Wali Kota terkait imbauan untuk tidak bermain permainan daring tersebut.

Lanjut Eko, surat edaran tersebut berisi tentang imbauan kepada masyarakat untuk tidak bermain permainan daring guna menciptakan kondisi kehidupan dan suasana kota yang bahagia dan religius serta adanya keluhan masyarakat terkait game online di Kota Bengkulu.

Pertama, kepada ASN pada lerangkat daerah diimbau untuk tidak bermain game online dan segera menghapus aplikasi game online tersebut, karena akan menurunkan produktivitas kerja.

Kedua, kepada kepala perangkat daerah untuk membuat imbauan secara tertulis dan menempelkan di tempat strategis dalam area akses layanan wifi perihal imbauan tidak menggunakan layanan wifi untuk bermain game online.

Ketiga, kepada kepala sekolah SD/SMP diimbau agar menyampaikan kepada murid/wali murid hal-hal berikut ;

  1. Tidak bermain game online antara lain ; Higgs Domino Island serta bentuk permainan lainnya.

B.Wali murid untuk menegur dan melarang anak-anak bermain game online baik di sekolah maupun di tempat tempat umum lainnya.

  1. Permainan game online berdampak negatif dari sisi pendidikan, perkembangan anak dan kesehatan, karena mereka telah menjadi pencandu game online yang dapat merugikan diri sendiri.

Terakhir,Kesatuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bengkulu untuk melakukan pengawasan terhadap ASN dan PTT di lingkungan Pemko Bengkulu yang menggunakan aplikasi game online terutama saat jam kerja.

Terkait sanksi hanya dapat diberikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN)apabila ditemukan mereka bermain game online di jam kerja dan sanksi yang diberikan berupa teguran sebab sifatnya hanya himbauan,” jelas Eko.  (ant)

Next Post

PMI Sumbar Kerahkan Personel Percepat Vaksinasi Daerah Capaian Rendah

Kam Nov 11 , 2021
PADANG, KP – Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatra Barat (Sumbar) […]