Pemko Padang Putuskan Adik-Kakak Korban Pemerkosaan Tak Dikembalikan pada Keluarga

PADANG, KP – Pemerintah Kota Padang mengaku menolak mengembalikan kakak beradik korban pemerkosaan secara bergilir pada keluarganya. Korban pemerkosaan yang dilakukan keluarganya sendiri itu, saat ini masih menjalani pemulihan trauma di rumah aman. Hal itu dikatakan Walikota Padang, Hendri Septa saat jumpa pers di rumah dinasnya, Selasa (23/11). Kondisi korban, kata Politisi PAN ini, dalam keadaan baik.

“Kondisi kami lihat, datang sudah sore. Anak kita (korban,red) sudah kelelahan tidur. Tadi siang aktif. Sempat bersalaman. Kita tanya kondisinya, Insya Allah dalam keadaan baik,” kata Hendri Septa.

Ia mengakui, untuk menghilangkan rasa trauma korban tidak semudah membalikkan telapak tangan. Demi masa depan korban, pemerintah kota telah berkoordinasi dengan kementerian terkait.

“Kami coba serius bagaimana menangani dia beberapa waktu ke depan. Kami sepakat tidak mengembalikan ke keluarga. Kondisi keluarga begitu,” kata Wako.

Pemerintah Kota Padang menginginkan korban untuk sementara waktu diisolasi. Korban mesti dijauhi dari hal-hal yang yang dapat mengembalikan ingatannya pada peristiwa tersebut.

“Kita ingin dia (korban) tidak ingat kejadian itu. Kita tidak ingin korban menjadi pelaku untuk balas dendam. Kita berikan trauma healing terhadap korban,” tutur Hendri Septa.

Hendri Septa mengakui kondisi kedua anak itu cukup aktif saat ini. Pihaknya juga memberikan pembelajaran seperti menggambar hingga baca buku.

“Kami alhamdulilah, telah menangani korban di rumah aman. Kami tidak bersedia memberi tahu dimana mereka, demi keamanan. Sudah ditangani pemerintah,” katanya.

Menurut Hendri Septa, anak bawah umur tanggung jawab pemerintah. Pihaknya akan terus bekerja maksimal dengan instansi terkait. Diketahui, dalam kasus tersebut para pelaku pemerkosaan terhadap korban di antaranya kakek, paman, kakak kandung, kakak sepupu, tetangga hingga rekan paman korban. Sementara korban masih berusia lima dan sembilan tahun.

Dua orang pelaku telah ditetapkan tersangka yakni kakek korban berumur 70 tahun dan paman korban (23 tahun). Polisi juga terus memburu dua orang pelaku lainnya yang masih buron. Mereka tetangga korban dan rekan dari paman korban. (lgm)

Next Post

Sosialiasi Moderasi Beragama Digelar di Kemenag Tanahdatar

Rab Nov 24 , 2021
BATUSANGKAR, KP – Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, H. Helmi didampingi […]