TERKAIT PEMBANGUNAN THKW SUKARAMI Bupati Epyardi: Saya Tidak Akan Lindungi Pejabat yang Terlibat Korupsi

SOLOK, KP – Bupati Solok H. Epyardi Asda menegaskan tidak akan melindungi pejabat yang terlibat kasus Korupsi.Pernyataan itu disampaikan bupati menyikapi pemeriksaan terhadap beberapa pejabat Pemkab Solok oleh pihak kepolisian dan kejaksaan terkait dugaan penyelewengan pembangunan Taman Hutan Kota Wisata (THKW) Sukarami. Di antara yang diperiksa tersebut termasuk mantan Kadis PUPR yang kini menjabat sebagai kepala dinas di isntansi lain. Diketahui, THKW Sukarami itu dibangun pada era kepemimpinan Bupati Gusmal dengan anggaran sekitar Rp30 miliar.

“Saya tegaskan, jika nanti ada pejabat saya tersangkut kasus korupsi pada pembangunan THKW, maka mereka harus bertanggungjawab,”kata Bupati Epyardi, Selasa (23/11).

Kasus itu kembali mencuat setelah Bupati Epyardi Asda akan disomasi pihak perusahaan PT‘NUK’dengan dalih tidak mau membayarkan sisa kontrak pembangunan THKW Sukarami. Bahkan, perusahaan tersebut dikabarkan mengancam akan melaporkan bupati ke KPK.

Terkait hal itu, Bupati Epyardi justru mempertanyakan proyek THKW Sukarami yang dilaksanakan tahun 2019 silam kenapa dibayarkan tahun 2021.

“Kenapa bisa begitu kalau tidak bermasalah,” cetusnya.

Ia juga memeprsilahkan jika persoalan itu dilaporkan ke KPK.

“Kita malah mendorong dan berterimakasih jika persoalan ini lebih cepat sampai ke KPK,” kata Bupati.

Diketahui, THKW Arosuka tersebut rencananya akan dijadikan sebagai taman rekreasi yang dilengkapi wahana air dan pemandian air panas. Namun hingga kini THKW itu tidak kunjung selesai. THKW digagas tahun 2007 silam semasa periode pertama H. Gusmal menjadi Bupati Solok. Namun pengerjaan putus di tengah jalan ketika Gusmal yang kembali maju dalam pilkada 2010 dikalahkan pasangan Syamsu Rahim-Desra Ediwan Anan Tanur.

Pada pilkada 2015, H. Gusmal kembali diamanahkan memimpin Kabupaten Solok. Ia pun melanjutkan pengerjaan THKW dengan anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah. Akan tetapi hingga masa kepemimpinan Bupati Gusmal berakhir awal 2020, pengerjaan THKW Arosuka tak kunjung selesai. Proyek itu dikerjakan oleh PT ‘NUK’. (wan)

Next Post

Asyik Minum di Kedai Miras, Motor Raib Dicuri

Rab Nov 24 , 2021
PAYAKUMBUH,KP- Seorang remaja berinisial BP (18 tahun) warga Kecamatan Payakumbuh […]