Dinkes Pasaman dan Sejumlah Pihak Bahu-Membahu Cegah Stunting

 

DUKUNGAN dari berbagai pihak terus mengalir kepada Pemkab Pasaman melalui Dinas Kesehatan setempat dalam penanggulangan dan intervensi prevalensi stunting di Kabupaten Pasaman.

Bupati PasamanH. Benny Utama melalui Kepala Dinas Kesehatan PasamanDesrizal, SKM, M.Kes menyampaikan dukungan moril dan materil dari sejumlah pihak ini sangat berarti sekali dalam pengentasan stunting di Pasaman.

“Kalau kita sendiri dari Dinkes Pasaman sudah dilaksanakan peningkatan kapasitas bidan dalam antenatal care dan post natal care dalam menangani ibu hamil. Kemudian peningkatan kapasitas kader posyandu dalam pemberian makan bayi dan anak. Namun bantuan dari sejumlah pihak di tahun 2021 ini sangat terasa sekali manfaatnya dan sebagai bukti nyata dari komitmen kita dalam menekan stunting di Pasaman ini,” terang Desrizaldidampingi KabidKesmas Nurhalimahdan Kasi Gizi dan Kesga Desmariza, Minggu (19/12).

Pertama, kata dia donasi CSR Uji Intervensi Balita Stunting dari Danone Indonesia dengan berbagai paket bantuan.

“Untuk CSR dari Danone Indonessia ini disalurkan dalam bentuk program khusus di Posyandu Cempaka Dua dan Cempaka Tiga Jorong Kampung Tabek, Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman. Dua tempat ini merupakan titik fokus aksi cegah stunting yang dilaksanakan oleh HIPPG UI yang didampingi langsung oleh pakar nutrisi dan metabolik anak,” terang Desrizal.

Dua Posyandu itu akan menjadi pilot project Danone Indonesia dalam penanggulangan stunting.Ditempat ini akan dilakukan pemberian pangan khusus dan medis khusus, dan susu formula khusus balita bermasalah gizi.

“Kabupaten Pasaman merupakan satu dari 19 Kab/Kota di Indonesia yang mendapatkan bantuan ini. Program bantuan ini mulai tahun 2021 ini dan berlanjut sampai tahun 2022. Dimana seluruh kegiatannya mendapat pengawasan langsung dari Kemenkes RI,” katanya.

Dilokasi itu, sebutnya, dilaksanakan Intervensi Gizi Spesifik seperti intervensi dengan sasaran Ibu Hamil, baik memberikan makanan tambahan pada ibu hamiluntuk mengatasi kekurangan energi dan protein kronis, mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat dengan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), mengatasi kekurangan lodium dan menanggulangi kecacingan pada ibu hamil serta elindungi ibu hamil dari Malaria.

“Kemudian Intervensi dengan sasaranIbu Menyusui dan Anak Usia 0-6 Bulan, Intervensi dengan sasaran Ibu Menyusuidan Anak Usia 7-23 bulan. Dilakukan juga rujukan berjenjang dari Posyandu ke Puskesmas, hingga RSUD, untuk balita yang bermasalah Gizi,” ulasnya.

Selanjutnya ada juga bantuan Kemenkes berupa makanan tambahan ibu hami dan menyusui.

“Distribusi Makanan tambahan untuk ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan balita kurus. Bantuan ini tiap tahun disalurkan ke seluruh Posyandu di Pasaman,” katanya.

Ada juga bantuan dari Indojalito Peduli bersama TP PKK Sumatera Barat yang diserahkan kepada TP PKK Pasaman beberapa waktu lalu di Kecamatan Panti.

“Penyerahan makanan tambahan ibu hamil dan balita dipusatkan di Kecamatan Panti bersama TP PKK Pasaman,” katanya.

Disamping itu ada juga bantuan dari Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama dengan BKKBN yang juga serius dalam menekan angka stunting ini di Sumatera Barat, Pasaman Khususnya. Banyak Rupiah dari APBN secara kontiniu dan berkelanjutan terus menekan angka stunting ini disalurkan ke Pasaman. *

 

Next Post

Dedi Fatria dan Dewi Anggraini Dilantik Jadi Ketua dan Sekretaris DPC PPP Bukittinggi

Ming Des 19 , 2021
BUKITTINGGI, KP – Pasca dilaksanakannya Muscab Dewan Pimpinan Cabang Partai […]