Preman Palak

  1. H. Adi Bermasa

 

AKSI kejahatan dengan modus memperdaya korban semakin marak terjadi. Pelakunya berpura-pura manis mulut sehingga korban tak sadar telah masuk perangkap. Tiap hari selalu muncul beragam kejahatan dengan modus seperti ini. Seperti salah satu kasus yang diberitakan KORAN PADANG edisi Jumat (3/12) di halaman 1. Dalam berita itu, polisi meringkus dua pelaku kejahatan di Muko-Muko Maninjauyang memperdaya tukang ojek di Bukittinggi. Ironisnya, kedua pelaku masih berusia belasan tahun alias remaja.

Dalam aksinya, pelaku berpura-pura menyewa ojek untuk mengantarkanke Kapau. Namun setiba di tempat yang sepi dan gelap, pengojek tersebut dibegal oleh preman bersama temannya. Motornya dirampas. Kawanan begal ini ternyata tiga orang. Dua berhasil diringkus dan seorang lagi sedang dalam pengejaran polisi.

Peristiwa ini membuktikan semakin memprihatinkannyakasus kejahatan dengan beragam modus terjadi di daerah ini. Berbagai dalih dikemukakan pelaku atas kejahatan yang dilakukannya. Yang paling sering jadi alasan adalah terdesak kebutuhan hidup. Tapi dalam kasus begal ini pelakunya adalah remaja. Sangat tipis kemungkinan mereka melakukan kejahatan itu karena terdesak kebutuhan hidup. Paling mungkin adalah ‘keinginan hidup’. Keinginan beli handphone canggih, keinginan beli baju bermerek, bahkan bisa jadi keinginan untuk madat alias narkoba. Namun untuk motif pastinya para remaja ini melakukan pembegalan tentu sudah dikantongi polisi.

Dalam situasi terkini, gejolak kriminalitas dengan beragam coraknyamembuat jajaran kepolisian harus bekerja ekstra. Yang terbaik, kita semua mengarifi situasi terkini. Hindari hura-hura. Jangan tonjolkan diri sebagai warga berpunya. Waspada terus-menerusdimanapun berada. Keamanan lingkungan jangan diabaikan. Peran tokoh masyarakat bersama aparat Kamtibmas perlu berkulindan.

Hanya dengan kebersamaan dan saling mengingatkan, Insya Allah kita di negeri ini selalu dilindungi Yang Maha Kuasa dari azab, cobaan, sengsara. Kini adalah era ‘pario’. Hidup pahit. Orang mudah saja naik darah dan melakukan kejahatan.

Di sisi lain, janganbangga jadi preman, orang bagak, tukang palak, penjahat. Sebagak-bagak orang, takkan lepas dari jangkauan polisi. Timah panassangat dekat dengan pelaku kejahatan. Bisa menderita seumur hidup.

Mampukah kita di daerah ini menahan lajunya aksi kejahatan?Bisa, asal kita benar-benar kompak, terutama dalam menjaga lingkungan masing-masing. *

Next Post

Mantan Bupati Sijunjung Yuswir Arifin Diusulkan Terima Satya Lencana Kebaktian Sosial

Jum Des 3 , 2021
TIM verifikasi lapangan usulan penerima Satya Lencana Kebaktian Sosial (SLKS) […]