51 Kasus Terhadap Perempuan dan Anak di Kota Pariaman Diselesaikan dengan Baik

PARIAMAN, KP – Sepanjang Tahun 2021terjadi 51 kasus terhadap perempuan dan anak di Kota Pariaman. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman Gusniyeti Zaunit.

“Ada 51 kasus terhadap perempuan dan anak yang terjadi sepanjang tahun 2021 di Kota Pariaman. Sebanyak 27 kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh orang terdekat, 7 kasus anak berhadapan dengan hukum, kekerasan psikisdisekolah sebanyak 1 kasus, dan 16 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Semua kasus telah diselesaikan dengan baik dan cepat,” ungkapnya Gusniyeti Zaunit, kemarin.

Ia menjelaskan, kasus yang terjadi tersebut dapat terselesaikan dengan beberapa cara, antara lain mediasi, disversi, pemulangan ke orangtua, dan dirujuk ke panti rehabilitasi. Untuk kondisi saat ini, lanjutnya, semua yang berkasus telah dalam kedaaan baik dan selalu dilakukan pengawasan oleh DP3AKB Kota Pariaman.

“Meskipun telah dalam kondisi baik,mereka semua tetap dalam pengawasan kitaagar mereka tidak kembali terjerat dan tidak ada lagi kejadian–kejadian yang membuat traumanya kembali hadir.  Kalau dibandingkan dengan tahun 2020, bisa dikatakan kasus pada tahun 2021 jauh meningkat,”ujarnya.

Ia menilai meningkatnya kasus pelecehan terhadap anak dan perempuan sebanyak 32 kasus pada thaun 2020 menjadi 52 kasus tahun 2021 karena meningkatnya kepedulian terhadap perempuan dan anak oleh masyarakat sekitar.

“Ini merupakan tindakan yang sangat baik. Apalagi kita juga terus melakukan sosialasasi sampai ketingkat desa sehingga masyarakat bisa menyadari bahwa derita perempuan dan anak adalah derita bersama,” ulasnya.

Untuk mengurangi kasus tersebut di tahun 2022 ini, kata Gusniyetti Zaunit, pihaknya akan membentuk pusat pembelajaran keluarga (puspaga) dan meluncurkan Desa Ramah Perempuan Peduli Anak (DRPPA) di Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara,di Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pariaman Timur, Desa Padang Cakur, Kecamatan Pariaman Selatan, dan di Kelurahan Kampung Jawa I, Kecamatan Pariaman Tengah.

“Kegiatan lainnya yang akan kita lakukan adalah membentuk program ‘samamak sakamanakan’ dan pembentukan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD),” terangnya.

Ia berharap kasus terhadap perempuan dan anak pada tahun 2022 bisa berkurang dari tahun 2021, bahkan diupayakan tidak ada lagi kasus tersebut ditahun ini.

“Untuk itu, kita minta orangtua agar terus melakukan pengawasan terhadap anak dan pererat komunikasi sehingga apa yang terjadi dengan anak–anak disekolah dapat diketahui langsung oleh para orangtua,” kata Gusniyetti Zaunit. (mas)

Next Post

Bupati Andri Warman Resmikan Masjid Babussalam Minang Dermawan di Mamuju

Jum Jan 14 , 2022
MAMUJU, KP – Gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Mamuju dan […]