Problema Proyek Retak

APAPUN proyeknya, kalau belum dipakai sudah retakseperti pengerjaan jalan rigit beton di Tanjung Ampalu Sijunjung pasti jadi ‘pergunjingan’ masyarakat. Apalagi kalau sudah bergelanggang mata orang banyak. Diberitakan pula oleh media massa, ribuan orang mengetahuinya.

Pemberitaan KORAN PADANG terbitan Kamis (13/1) tentang jalan retak itu adalah bukti sosial kontrol positifagar kerja kurang maksimal jangan terulang lagi. Apalagi jalan raya, begitu banyak warga memanfaatkannya untuk beragam kepentingan.

Yang jelas, pembangunan jalan rigit beton tersebut pasti menelan biayabesar. Namun kenyataan yang terjadi jalan tersebut belum dipakai ternyata sudah retakseperti yang terlihat dalam foto berita di halaman 1 pada media ini kemarin.

Begitu jelas terlihat keretakan jalan tersebut. Sangat pantas rasanya pihak kontraktor segera mengatasi keretakan jalan yang belum dipakai tersebut. Kalau saja jalan tersebut sudah dipakai, mungkin bisa berdalih penyebab keretakan tersebut karena sudah dimanfaatkan berlalulintas. Untung, keretakan jalan tersebut diketahui sebelum dimanfaatkan sehingga bisa diperbaiki segera. Namun, persoalan ini tetap saja sudah ‘membuat malu’.

Walau di pedalaman sekalipun, proyek pembangunan jangan dikerjakan tanpa mempedomani bestek. Risikonya, kontraktor yang hasil kerjanya menyimpang dari ketentuannya terancam d-blacklist, tak dipakai lagi mengerjakan proyek selanjutnya.

Kita berharap berbagai problema yang muncul berkaitan dengan proyek pembangunan jangan dicari ‘kambing hitamnya’. Tapi kalau menyimpang dari aturan pantas ditegur. Kalau dibiarkan tentu tidak baik.

Khusus jalan retak di pedalaman Sijunjung, untung masih ada wartawan yang kritis berperan sebagai sosial kontrol atas pembangunan yang sedang berlangsung. Hal demikian pantas disupportdemi peran media sebagai mitra pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di negeri ini.

Mari kita sama-sama berperan mensejahterakan negeri ini sesuai fungsi masing-masing. Semakin maksimal kesetiaan kita pada negeri ini, Insya Allah kesejateraan masyarakat semakin cepat membaik. Kita bangga jika beragam ‘ketidakbecusan’ bisa dihabisi demi suksesnya pencapaian kesejahteraan rakyat dalam arti yang sebenarnya. *

Next Post

111 Tunas Pengayoman Resmi Jadi PNS Kemenkumham Sumbar

Jum Jan 14 , 2022
PADANG, KP – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi […]