TEKAN LONJAKAN HARGA 1,2 Miliar Liter Minyak Goreng Murah Diguyur ke Pasar

JAKARTA, KP – Pemerintah memutuskan untuk menyebar 1,2 miliar liter minyak goreng berharga Rp14 ribu per liter ke masyarakat. Kebijakan itu dilakukan untuk menekan harga minyak goreng yang kini melonjak gila-gilaan.

“Pemerintah mengambil kebijakan untuk menyediakan minyak goreng untuk masyarakat dengan harga Rp14 ribu per liter di tingkat konsumen di seluruh Indonesia,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Rabu (5/1).

Ia menyatakan penyediaan minyak goreng seharga Rp14 ribu per liter itu akan dilakukan hingga enam bulan ke depan. Setelah itupemerintah akan melakukan evaluasi pada Bulan Mei untuk diperpanjang atau tidak.

Airlangga mengatakan penyediaan minyak goreng itu merupakan hasil kerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan anggaran sebesar Rp3,6 triliun.

“Dibutuhkan anggaran untuk menutup selisih harga (pasar) ditambah dengan PPN sebesar Rp3,6 triliun. Komite pengarah juga memutuskan BPDPKS menyediakan dan melakukan pembayaran tersebut,” katanya.

Sementara, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan untuk tahap awal pemerintah akan menunjuk lima produsen minyak goreng. Ia pun memastikan produksi akan dimulai paling lambat sebelum minggu depan.

“Kita rencananya akan menunjuk dulu lima industri yang siap dengan kemasannya. Mudah-mudahan produksi tidak akan lebih lama dari minggu depan,” ujarnya.

Lutfi mengatakan minyak goreng murah tersebut akan didistribusikan terlebih dahulu ke pasar-pasar yang dipantau Kementerian Perdagangan. Ia berharap program ini dapat memberikan minyak goreng yang terjangkau bagi masyarakat.Ke depan, Lutfi memastikan produksi minyak goreng akan dilakukan oleh 70 industri dan 225 packer.

Sebagai informasi, harga minyak goreng masih melambung tinggi. Harga minyak goreng curah saat ini sudah mencapai Rp21 ribu per kilogram (kg). Sementara ituharga minyak goreng kemasan sebesar Rp20 ribu per liter.

 

DAYA BELI MASYARAKAT TERGANGGU

 

Mahalnya harga minyak goreng sejak tahun lalu dinilai bisa mengganggu daya beli masyarakat. Terutama masyarakat kelas menengah bawah yang masih terdampak pandemi covid-19.

“Daya beli masyarakat khususnya kelas menengah bawah yang selama ini terdampak pandemi mengalami tekanan yang sangat berat,” kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Rabu (5/1).

Berdasarkan Pusat Informasi Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, per 4 Januari harga minyak goreng kemasan bermerek dibanderol Rp20.800 per Kg, harga minyak goreng curah Rp18.550 per kg. Kenaikan harga minyak goreng juga bisa memengaruhi berbagai sektor lain, seperti sektor makanan-minuman, ritel, pedagang kecil, hingga di tingkat rumah tangga.

Di tingkat rumah tangga, kenaikan harga minyak goreng ini menimbulkan dua kemungkinan. Mengurangi konsumsi minyak goreng atau tetap membeli minyak goreng tetapi mengurangi belanja yang lain.

Lebih lanjut, kondisi ini juga bisa merugikan pengusaha sektor lain. Misalnya pengusaha pakaian dan elektronik yang tidak laku barangnya. Sebab masyarakat memilih membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pokok ketimbang membeli pakaian atau elektronik yang masih bisa ditunda.

“Masyarakat jadinya lebih pilih beli kebutuhan pokok dan menunda membeli baju atau barang elektronik,” kata dia. (cnn/mdc)

Next Post

Beasiswa Rajawali

Rab Jan 5 , 2022
BERITA Beasiswa Rajawali muncul lagi setelah lama tak terdengar kabarnya. […]