Tempat Maksiat Pantas Disikat

NAMANYA saja tempat maksiat, pasti memunculkan keonaran dan bergelimang dosa. Maka, sangat pantas tempat itu disikat saja. Namun,tak semudah itu menghabisinya. Bisa kita pahami dari berita KORAN PADANG terbitan Rabu (12/1) pada halaman 1 berjudul ‘Diduga Bekingi Tempat Maksiat, Lima Oknum Polisi Terancam Dimutasi Hingga Dipecat’.

Kita layak mengapresiasi Kapolda Sumbar Irjen Pol Tedy Minahasa Putra yang bersikap tegas dalam menindak anggotanya yang ‘bandel’. sebab, perangai mereka akan mencemarkan nama baik lembaga kepolisian. Para personel polisi yang ikhlas dan tulus mengabdi utnuk rakyat juga bisa kena imbas akibat ulah segelintir oknum. Ibarat kata pepatah, gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga.

Terus terang saja, Sumbar belum terbebas seutuhnya dari tempat maksiat. Salah satu penyebabnya adalah dilindungi ‘orang bagak’. Namun kalau aparat resmisudah bertindak, tentu ‘orang bagak’ itu tak bisa berkutik lagi. Untuk itu, kalau kita di Sumbar benar-benar penganut ‘ABS-SBK’ secara konsekuen, maka semua hal yang berbau maksiatdi provinsi kita banggakan ini tak boleh lagi beroperasi.

Kita maklum, menghabisi segala bentuk kemaksiatan di Sumbar butuh semangat pantang menyerah yang tak pernah luntur. Semua kita juga harus sepakat melawan kebejatan moral tersebut. ‘Saciok bak ayam, sadancing bak basi’. Insya Allah tekad itu bisa terlaksana.

Semoga ketegasan jajaran kepolisian di Sumbar menjatuhkan sanksi pada oknum pembeking tempat maksiat menjadi pertanda gerakan menghabisi maksiat di Ranah Minang tidak lagi ibarat menggenggam baro. Tapi lebih dari itu,‘terbujur lalu terbelintang patah’. Syukurlah kalau kita benar-benar sepakat. Alhamdulillah. *

Next Post

Kesulitan Belajar dan Pembelajaran pada Siswa Sekolah Dasar di Masa Pandemi

Kam Jan 13 , 2022
OLEH: FETTY WULANDARI Mahasiswi Prodi PGSD Universitas Islam Riau PROSES […]

You May Like